
Jakarta — Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen bekerja sama dengan Yayasan Penuntun Masa Depanku menyelenggarakan rangkaian pembekalan dan persiapan keberangkatan peserta Sakura Science High School Programe Tahun 2026 pada 30 Oktober–1 November 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan 12 peserta dalam mengikuti program pendidikan dan pengembangan wawasan di Jepang.
Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Dr. Edi Rakhmat Widodo selaku Perwakilan dari Yayasan Penuntun Masa Depanku yang memberikan arahan sekaligus penguatan kepada peserta untuk memanfaatkan kesempatan program sebagai ruang belajar, pengembangan diri, dan perluasan wawasan global.
Rangkaian kegiatan pembekalan dirancang untuk membangun kesiapan peserta, tidak hanya dari aspek teknis perjalanan, tetapi juga dari sisi karakter, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta pemahaman lintas budaya. Peserta memperoleh berbagai materi dan aktivitas interaktif yang mendorong keterlibatan aktif, kolaborasi, kreativitas, dan kemandirian sebagai bekal mengikuti program di Jepang.

Salah satu sesi yang menjadi bagian dari pembekalan adalah Growth Mindset: Siap Belajar, Siap Berkembang. Materi ini menekankan pentingnya pola pikir terbuka, kemauan untuk terus belajar, keberanian menghadapi tantangan, serta kemampuan menjadikan pengalaman dan kesalahan sebagai bagian dari proses pengembangan diri.

Peserta juga mengikuti kegiatan Ice Breaking: Passport to Japan yang bertujuan memperkenalkan peserta satu sama lain sekaligus membangun jejaring dan keakraban. Melalui kegiatan Indonesia Goes to Japan yang diisi oleh Dr. Edi Rakhmat Widodo, peserta diajak mengenal dan menggali kekayaan budaya, keberagaman, serta identitas Indonesia sebagai bekal untuk memperkenalkan bangsa kepada masyarakat Jepang.

Pembekalan turut dilengkapi dengan berbagai aktivitas kolaboratif, seperti Marshmallow Tower Challenge, yang melatih kreativitas, komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah. Sementara itu, permainan interaktif mengenai budaya Jepang menggunakan platform Mentimeter memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas pengetahuan tentang tradisi, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat Jepang. Sesi tersebut ditutup dengan penulisan komitmen belajar sebagai bentuk refleksi dan penetapan tujuan peserta selama mengikuti program.
Selain pembekalan substansi, Yayasan Penuntun Masa Depanku juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan dan kesiapan logistik. Melalui rangkaian pembekalan ini, Sakura Science High School Programe Tahun 2026 diharapkan menjadi pengalaman bermakna bagi peserta dalam mengembangkan kompetensi akademik, karakter, kemandirian, serta perspektif global. Peserta diharapkan mampu menjadi pembelajar yang adaptif, membawa identitas dan budaya Indonesia dengan baik, serta memanfaatkan pengalaman di Jepang untuk memperluas pengetahuan dan membangun jejaring internasional.
Setelah pelaksanaan program pendidikan di Jepang, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan proses penjemputan peserta kepulangan pada 7–8 November 2026. Seluruh rangkaian ini diharapkan mendukung kelancaran perjalanan serta memberikan pengalaman pembelajaran internasional yang bermakna bagi peserta.

Yayasan Penuntun Masa Depanku berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan generasi muda Indonesia melalui program pendidikan dan pengalaman pembelajaran internasional yang mendorong peningkatan kapasitas, wawasan, dan daya saing global.
