JAKARTA, 29 Juni 2026
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam membuka jalan bagi generasi muda berprestasi di kancah internasional, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi bersinergi bersama Yayasan Penuntun Masa Depanku (Pesanku). Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui pembekalan dan pelepasan puluhan peserta Program Sakura Science menuju Jepang. Melalui peran aktifnya, Yayasan Pesanku mengawal penuh rangkaian pembekalan intensif selama dua hari yang digelar pada Jumat hingga Sabtu, 26–27 Juni 2026. Program ini dirancang secara komprehensif untuk memastikan kesiapan fisik, penguatan mental, serta pengenalan adaptasi budaya agar para peserta mampu menavigasi tantangan di Negeri Sakura secara mandiri dan tangguh.
Mengawal Kesiapan Fisik dan Pondasi Growth Mindset
Pendampingan melekat dari Yayasan Pesanku dimulai sejak hari pertama pembekalan, Jumat (26/6). Bersama Puslapdik Kemendikdasmen, Yayasan Pesanku memastikan standarisasi kelayakan fisik peserta melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh Tim Medis sebelum mereka menempuh perjalanan udara internasional.
Tak hanya fisik, Yayasan Pesanku juga menaruh perhatian besar pada kesiapan psikologis peserta. Hal ini diwujudkan melalui pembekalan sesi “Growth Mindset: Siap Belajar, Siap Berkembang” yang menghadirkan Ibu Nurtanti, S.Sn., M.Ikom. Melalui sesi interaktif ini, Yayasan Pesanku membekali peserta dengan perangkat mentalitas yang adaptif agar terbiasa berpikir solutif dalam menghadapi perbedaan kultur, bahasa, maupun sistem pendidikan baru di Jepang. Hari pertama ditutup dengan melakukan pengecekan akhir (final checking) logistik serta dokumen keberangkatan.

Menjembatani Wawasan Budaya dan Pelepasan Resmi
Memasuki hari kedua, Sabtu (27/6), peran Yayasan Pesanku dalam mengasah keterampilan non-teknis ( soft skills ) berlanjut lewat tantangan dinamika kelompok “Marshmallow Tower Challenge”. Di sini, peserta dilatih membangun komunikasi efektif dan kerja sama tim.
Guna memberikan peta navigasi sosial yang akurat bagi masa depan peserta di Jepang, kolaborasi strategis ini turut menghadirkan narasumber otoritatif dari Atase Pendidikan Jepang untuk memaparkan materi “Pengenalan Budaya Jepang”. Langkah antisipatif ini diambil untuk meminimalkan potensi hambatan adaptasi ( culture shock ) sehingga peserta dapat langsung membaur dengan lingkungan baru secara harmonis.
Rangkaian pembekalan diakhiri dengan sesi pemantapan “Indonesia Goes to Japan” serta panggung ekspresi Free Perform , di mana Yayasan Pesanku memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta untuk merayakan identitas budaya mereka. Tepat pada pukul 16.00 WIB, jajaran pengurus Yayasan Pesanku melepas keberangkatan para peserta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan penuh rasa bangga dan harapan besar.
Melalui kemitraan kuat antara lembaga pemerintah dan yayasan, Yayasan Penuntun Masa Depanku menegaskan kembali posisinya sebagai wadah penopang yang konsisten menuntun, mendampingi, dan mengantarkan putra-putri terbaik bangsa menjadi duta internasional yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat di mata dunia.

